Jangan Remehkan Bahaya Mengonsumsi Makanan Cepat Saji! Remaja Ini Alami Buta dan Tuli Akibat Makan Junkfood Setiap Hari, Loh!

Bahaya mengonsumsi makanan cepat saji

Nggak bisa dipungkiri bahwa makanan cepat saji, seperti pizza, hamburger dan ayam goreng memang punya rasa yang enak. Tapi, di balik efeknya yang mampu memanjakan lidah, jenis makanan tersebut mengandung garam, gula, lemak serta kalori yang tinggi dan hampir tidak memiliki nutrisi. Sehingga, apabila dikonsumsi terlalu sering bisa mengakibatkan resiko berbagai penyakit, di antaranya obesitas, diabetes, jantung hingga kanker meningkat. Bahaya mengonsumsi makanan cepat saji lainnya, yaitu beresiko mengalami kebutaan dan tuli, seperti yang dialami remaja berusia 17 tahun asal Inggris. Bagaimana kisahnya?

Alami Buta dan Tuli Karena Sering Mengonsumsi Junkfood

Dilansir dari Telegraph, bocah yang identitasnya disamarkan itu mengalami buta dan tuli akibat mengonsumsi makanan siap saji setiap hari selama 10 tahun. Ia adalah orang pertama yang mengalami kondisi tersebut karena diet junkfood.

Jadi, remaja itu, sebut saja A, setiap hari hanya makan roti putih, keripik kentang serta daging olahan pabrik dalam kurun waktu 1 dekade, sejak ia masih menginjak usia 7 tahun. Sebab, ia mengalami gangguan makan ARFID (Avoidant-Restrictive Food Intake Disorder), yang mana penderitanya sering menghindari makanan dengan tampilan, tekstur, rasa atau aroma tertentu. Dalam kasus A sendiri, ia tidak suka rasa buah dan sayuran, begitu pula dengan teksturnya.

Kondisi tersebut menyebabkan A kekurangan vitamin dan nutrisi yang penting selama masa pertumbuhan. Ia pun mengalami NON (Nutritional Optic Neuropathy) atau ketika tubuh mendapat beragam gangguan medis yang ditandai dengan rusaknya indera penglihatan. Umumnya, NON terjadi karena penderita kekurangan vitamin B1, B2, B3, B6 dan B12 serta asam folat.

Sebelum mengalami kebutaan, A telah kehilangan pendengarannya ketika berusia 14 tahun. Selain buta dan tuli, bocah asal Bristol, Inggris itu juga diketahui menderita kerapuhan tulang. Walaupun kondisi yang dialaminya kian memburuk, A tetap mengonsumsi makanan cepat saji. Hanya saja, ada tambahan nutrisi dari suplemen vitamin.

Bahaya Makan Junkfood

Fastfood alias makanan cepat saji cukup populer, baik di kalangan anak kecil maupun orang dewasa. Makanan ini juga sering disebut junkfood atau “makanan sampah”. Penyebutannya yang demikian bukan tanpa alasan. Sebab, junkfood memang dibuat dari bahan-bahan yang murah, seperti daging dengan lemak tinggi, biji olahan, gula serta lemak.

Bahkan, beberapa restoran menggunakan minyak sayur yang tinggi lemak jenuh untuk menggoreng hidangannya. Padahal, minyak tersebut sangat berbahaya bila masuk ke tubuh kita. Selain itu, junkfood juga mengandung sodium yang tinggi, yang mana berfungsi untuk mengawetkan dan membuat makanan punya aroma lezat.

Meskipun murah dan mudah didapatkan, kamu nggak disarankan untuk mengonsumsinya setiap hari, ya. Karena akan ada banyak bahaya mengonsumsi makanan cepat saji yang mengintai, di antaranya:

1. Menyebabkan Naiknya Berat Badan

Sudah bukan rahasia lagi kalau makanan cepat saji mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Maka, jika dikonsumsi secara berlebihan bisa mengakibatkan berat badanmu bertambah hingga mengalami obesitas. Ingat, obesitas merupakan pintu yang mempersilakan beragam penyakit masuk, loh, termasuk stroke dan serangan jantung.

2. Meningkatkan Resiko Diabetes Tipe 2

Kandungan kalori, karbohidrat dan lemak nan tinggi pada junkfood bisa menyebabkan kadar gula darah dalam tubuhmu melonjak. Bila konsumsinya tidak kamu batasi, lama-lama dapat memicu resistensi insulin yang menjadi awal dari diabetes tipe 2.

3. Memperbesar Resiko Terkena Kanker

Gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat turut menyumbang resiko seseorang mengidap penyakit kanker. Orang yang terlalu banyak menyantap makanan tinggi kalori dan lemak, serta rendah serat beresiko lebih besar terkena penyakit tersebut. Makanya, jangan menyepelekan bahaya mengonsumsi makanan cepat saji!

4. Mengakibatkan Kerusakan Gigi

Junkfood biasanya disajikan bersama minuman yang mengandung karbohidrat dan gula tinggi, seperti soda. Saat kamu menenggak minuman tersebut, bakteri yang ada di mulut akan menghasilkan asam. Nah, asam ini lah yang bisa menghancurkan enamel (lapisan pelindung gigi) dan mengakibatkan gigi kamu berlubang.

5. Meningkatkan Resiko Seseorang Mengalami Gangguan Pernapasan

Sebuah riset mengungkapkan, anak-anak yang mengonsumsi junkfood setidaknya 3 kali dalam seminggu beresiko terkena obesitas dan gejala asma. Sementara untuk orang dewasa, obesitas yang dialami bisa mengarah ke mengi, sesak napas dan sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang cukup serius, ditandai dengan pernapasan yang sering berhenti selama terlelap.

6. Mengakibatkan Penurunan Daya Ingat

Dilansir dari American Journal of Clinical Nutrition, orang yang kerap mengonsumsi junkfood dapat mengalami penurunan memori dan masalah yang terkait dengan gangguan mental. Sedikitnya kandungan nutrisi yang ada pada junkfood memicu reaksi kimia yang mengakibatkan daerah di otak yang bernama hippocampus mengalami peradangan. Hal itu dikait-kaitkan dengan penurunan daya ingat.

7. Menyebabkan Seseorang Depresi

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa bahaya mengonsumsi makanan cepat saji tidak hanya menyentuh kesehatan fisik seseorang, melainkan mentalnya. Makanan yang tinggi lemak dan gula bisa menyebabkan aktifitas kimia otak berubah. Sehingga orang akan mudah stress hingga depresi. Kondisi tersebut tentu bakal mengganggu aktifitas harian mereka.

Masih sedikit yang sadar akan bahaya mengonsumsi makanan cepat saji. Padahal, sudah jelas-jelas makanan tersebut tidak baik untuk kesehatan bila dikonsumsi secara terus-menerus. Semoga kisah yang dialami bocah asal Inggris di atas dapat menjadi warning supaya kamu nggak terlalu sering makan junkfood.