Ini Cara Mencegah Stroke Sejak Dini

Gaya hidup saat ini sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang. Begitu banyaknya kasus stroke yang terjadi, baik stroke ringan atau berat membuat seseorang harus berhati-hati dalam menerapkan pola hidup sehat. Stroke tidak hanya menyerang usia lanjut namun menyerang pula pada usia produktif. Karena saat ini masyarakat cenderung abai pada gejala dan tidak memperhatikan pola makan dengan baik. Oleh sebab itu sebelum terjadi maka bisa dicegah sedini mungkin. Berikut ini cara mencegah stroke.

1. Melakukan Olahraga Rutin

Begitu pentingnya berolahraga bagi tubuh manusia, karena dengan berolahraga tubuh menjadi lebih aktif, otot serta sendi menjadi lebih kuat dan lentur. Olahraga sebaiknya dilakukan dari usia muda dan harus secara rutin, minimal 10 hingga 15 menit perhari. Tidak harus dengan olahraga berat seperti aerobic, cukup dengan jalan kaki, bersepeda atau senam lantai.

2. Menjaga Berat Badan dan Tekanan Darah

Sebaiknya berat badan yang dimiliki seseorang adalah berat badan ideal. Yaitu disesuaikan dengan tinggi tubuh seseorang. Jika mengalami kelebihan berat badan atau berpotensi obesitas maka sudah seharusnya untuk menurunkan berat badan. Karena seorang yang obesitas akan memicu stroke.

Tekanan darah yang normal tidak lebih dari 120/80 mmHG. Jika lebih dari tekanan darah normal dan tidak terkontrol maka berpotensi mengalami stroke.

3. Mengobati Diabetes

Seorang yang terkena diabetes artinya memiliki kadar gula darah diatas normal. Jika gula darah semakin tinggi bisa menyebabkan penggumpalan pada pembulah darah. Dan dari waktu ke waktu akan merusak pembuluh darah. Akibat berikutnya yaitu tubuh semakin kurus dan terjadi luka di kaki yang tak kunjung sembuh.

4. Perhatikan Kadar Kolesterol

Cara mencegah stroke juga bisa dilakukan dengan memperhatikan kadar kolesterol. Dengan cek up kadar kolesterol dalam darah akan terlihat apakah seseorang tersebut kelebihan kolesterol atau tidak. Dengan begitu jika terjadi kelebihan kolesterol maka dokter pasti menganjurkan meminum obat yang mengontrol kolesterol dalam darah.

5. Pahami Fibrilasi Atrium

Fibrilasi Atrium terjadi jika jantung berdebar atau sesak nafas. Jika mengalami fibrilasi atrium seseorang harus segera dibawa ke dokter. Saat terjadi fibrilasi atrium artinya berisiko lima kali lipat terkena stroke. Detak jantung yang tidak teratur ini akan menyebabkan gumpalan yang terbentuk di area jantung. Gumpalan tersebut berjalan ke otak, akhirnya terkena stroke.

6. Hindari Merokok

Selain merokok tidak baik untuk paru-paru dan jantung. Saat merokok merangsang darah untuk cepat mengental kemudian bisa meningkatkan jumlah plak di arteri. Jika hal tersebut terjadi terus menerus maka akan timbul gejala stroke.

7. Tidak Mengkonsumsi Alkohol

Alhokol hanya dibatasi 1,5 gelas per hati. Jika lebih dari itu maka resikonya akan fatal bagi tubuh. Saka satunya dapat memicu stroke. Maka sebaiknya menghindari mengkonsumsi alkohol. Jika sulit menghilangkan kebiasaan tersebut maka wajib berkonsultasi ke dokter.

8. Membatasi makanan tinggi kolesterol

Banyak makanan yang mengandung kolesterol, seperti gorengan, jeroan, kulit, daging dan junk food.  Hindari makanan berkolesterol tinggi dan carilah makanan yang rendah lemak seperti ikan, tahu, tempe, sayuran dan kacang-kacangan.

9. Mengurangi mengkonsumsi garam

Jika terlalu banyak mengkonsumsi garam biasanya berpengaruh pada tensi tinggi atau hipertensi. Hal tersebut yang akan memicu stroke. Maka saat memasak makanan kurangi garam atau penyedap rasa. Gunakan bumbu penyedap yang lebih aman seperti lada atau penyedap yang terbuat dari jamur.

10. Berkonsultasi dengan Dokter

Hal ini sangat wajib dilakukan jika banyak factor yang terlah terjadi pada tubuh. Lebih baik mencegah terlebih dahulu. Dengan berkonsultasi ke dokter artinya sudah mencegah stroke sedini mungkin.

Segala pencegahan sangat mungkin dilakukan dan serangan stroke sangat bisa terjadi namun jika memperhatikan cara mencegah stroke sejak dini maka penyakit tersebut bisa dihindari dan tidak terjadi pada diri.