Jangan Remehkan Bahaya Mengonsumsi Makanan Cepat Saji! Remaja Ini Alami Buta dan Tuli Akibat Makan Junkfood Setiap Hari, Loh!

Nggak bisa dipungkiri bahwa makanan cepat saji, seperti pizza, hamburger dan ayam goreng memang punya rasa yang enak. Tapi, di balik efeknya yang mampu memanjakan lidah, jenis makanan tersebut mengandung garam, gula, lemak serta kalori yang tinggi dan hampir tidak memiliki nutrisi. Sehingga, apabila dikonsumsi terlalu sering bisa mengakibatkan resiko berbagai penyakit, di antaranya obesitas, diabetes, jantung hingga kanker meningkat. Bahaya mengonsumsi makanan cepat saji lainnya, yaitu beresiko mengalami kebutaan dan tuli, seperti yang dialami remaja berusia 17 tahun asal Inggris. Bagaimana kisahnya?

Alami Buta dan Tuli Karena Sering Mengonsumsi Junkfood

Dilansir dari Telegraph, bocah yang identitasnya disamarkan itu mengalami buta dan tuli akibat mengonsumsi makanan siap saji setiap hari selama 10 tahun. Ia adalah orang pertama yang mengalami kondisi tersebut karena diet junkfood.

Jadi, remaja itu, sebut saja A, setiap hari hanya makan roti putih, keripik kentang serta daging olahan pabrik dalam kurun waktu 1 dekade, sejak ia masih menginjak usia 7 tahun. Sebab, ia mengalami gangguan makan ARFID (Avoidant-Restrictive Food Intake Disorder), yang mana penderitanya sering menghindari makanan dengan tampilan, tekstur, rasa atau aroma tertentu. Dalam kasus A sendiri, ia tidak suka rasa buah dan sayuran, begitu pula dengan teksturnya.

Kondisi tersebut menyebabkan A kekurangan vitamin dan nutrisi yang penting selama masa pertumbuhan. Ia pun mengalami NON (Nutritional Optic Neuropathy) atau ketika tubuh mendapat beragam gangguan medis yang ditandai dengan rusaknya indera penglihatan. Umumnya, NON terjadi karena penderita kekurangan vitamin B1, B2, B3, B6 dan B12 serta asam folat.

Sebelum mengalami kebutaan, A telah kehilangan pendengarannya ketika berusia 14 tahun. Selain buta dan tuli, bocah asal Bristol, Inggris itu juga diketahui menderita kerapuhan tulang. Walaupun kondisi yang dialaminya kian memburuk, A tetap mengonsumsi makanan cepat saji. Hanya saja, ada tambahan nutrisi dari suplemen vitamin.

Bahaya Makan Junkfood

Fastfood alias makanan cepat saji cukup populer, baik di kalangan anak kecil maupun orang dewasa. Makanan ini juga sering disebut junkfood atau “makanan sampah”. Penyebutannya yang demikian bukan tanpa alasan. Sebab, junkfood memang dibuat dari bahan-bahan yang murah, seperti daging dengan lemak tinggi, biji olahan, gula serta lemak.

Bahkan, beberapa restoran menggunakan minyak sayur yang tinggi lemak jenuh untuk menggoreng hidangannya. Padahal, minyak tersebut sangat berbahaya bila masuk ke tubuh kita. Selain itu, junkfood juga mengandung sodium yang tinggi, yang mana berfungsi untuk mengawetkan dan membuat makanan punya aroma lezat.

Meskipun murah dan mudah didapatkan, kamu nggak disarankan untuk mengonsumsinya setiap hari, ya. Karena akan ada banyak bahaya mengonsumsi makanan cepat saji yang mengintai, di antaranya:

1. Menyebabkan Naiknya Berat Badan

Sudah bukan rahasia lagi kalau makanan cepat saji mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Maka, jika dikonsumsi secara berlebihan bisa mengakibatkan berat badanmu bertambah hingga mengalami obesitas. Ingat, obesitas merupakan pintu yang mempersilakan beragam penyakit masuk, loh, termasuk stroke dan serangan jantung.

2. Meningkatkan Resiko Diabetes Tipe 2

Kandungan kalori, karbohidrat dan lemak nan tinggi pada junkfood bisa menyebabkan kadar gula darah dalam tubuhmu melonjak. Bila konsumsinya tidak kamu batasi, lama-lama dapat memicu resistensi insulin yang menjadi awal dari diabetes tipe 2.

3. Memperbesar Resiko Terkena Kanker

Gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat turut menyumbang resiko seseorang mengidap penyakit kanker. Orang yang terlalu banyak menyantap makanan tinggi kalori dan lemak, serta rendah serat beresiko lebih besar terkena penyakit tersebut. Makanya, jangan menyepelekan bahaya mengonsumsi makanan cepat saji!

4. Mengakibatkan Kerusakan Gigi

Junkfood biasanya disajikan bersama minuman yang mengandung karbohidrat dan gula tinggi, seperti soda. Saat kamu menenggak minuman tersebut, bakteri yang ada di mulut akan menghasilkan asam. Nah, asam ini lah yang bisa menghancurkan enamel (lapisan pelindung gigi) dan mengakibatkan gigi kamu berlubang.

5. Meningkatkan Resiko Seseorang Mengalami Gangguan Pernapasan

Sebuah riset mengungkapkan, anak-anak yang mengonsumsi junkfood setidaknya 3 kali dalam seminggu beresiko terkena obesitas dan gejala asma. Sementara untuk orang dewasa, obesitas yang dialami bisa mengarah ke mengi, sesak napas dan sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang cukup serius, ditandai dengan pernapasan yang sering berhenti selama terlelap.

6. Mengakibatkan Penurunan Daya Ingat

Dilansir dari American Journal of Clinical Nutrition, orang yang kerap mengonsumsi junkfood dapat mengalami penurunan memori dan masalah yang terkait dengan gangguan mental. Sedikitnya kandungan nutrisi yang ada pada junkfood memicu reaksi kimia yang mengakibatkan daerah di otak yang bernama hippocampus mengalami peradangan. Hal itu dikait-kaitkan dengan penurunan daya ingat.

7. Menyebabkan Seseorang Depresi

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa bahaya mengonsumsi makanan cepat saji tidak hanya menyentuh kesehatan fisik seseorang, melainkan mentalnya. Makanan yang tinggi lemak dan gula bisa menyebabkan aktifitas kimia otak berubah. Sehingga orang akan mudah stress hingga depresi. Kondisi tersebut tentu bakal mengganggu aktifitas harian mereka.

Masih sedikit yang sadar akan bahaya mengonsumsi makanan cepat saji. Padahal, sudah jelas-jelas makanan tersebut tidak baik untuk kesehatan bila dikonsumsi secara terus-menerus. Semoga kisah yang dialami bocah asal Inggris di atas dapat menjadi warning supaya kamu nggak terlalu sering makan junkfood.

Berikut Ini Kebiasaan Generasi Masa Kini yang Bisa Picu Diabetes

Sekarang, tuh, diabetes nggak pandang bulu. Penyakit ini bisa mengintai siapa pun, baik yang telah berusia lanjut maupun yang masih muda belia. Bahkan, anak-anak pun beresiko terkena penyakit tersebut, loh! Padahal dulu diabetes identik dengan para lansia! Kenapa bisa begitu, ya? Simak, yuk, beberapa hal yang menyebabkan orang jaman sekarang lebih rentan terkena diabetes!

Kebiasaan yang Menyebabkan Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh meningkatnya kadar gula dalam tubuh. Penyakit ini termasuk dalam 10 penyebab kematian utama di dunia, loh! Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization), jumlah penderita diabetes hingga saat ini terus meningkat. Tercatat ada lebih dari 422 juta orang di dunia yang menderita penyakit tersebut. 

Diabetes sendiri terbagi menjadi dua tipe, yakni tipe 1 yang disebabkan oleh disfungsi pankreas dan diabetes tipe 2 yang disebabkan karena pola hidup yang kurang sehat. Satu dari empat orang di dunia bereiko mengalaminya, menurut Asosiasi Diabetes Amerika. Tapi, resiko itu bisa dihindari dengan mengubah gaya hidup yang kurang baik, seperti yang dilakukan oleh generasi masa kini. Apa saja kebiasaan generasi masa kini yang bisa picu diabetes?

1. Sering Mengonsumsi Junkfood

Padatnya rutinitas kerapkali membuat sebagian orang memilih untuk mengonsumsi makanan siap saji alias junkfood. Kebiasaan ini mungkin telah menjadi hal yang lazim, terutama di kota-kota besar. Tapi, kamu harus ingat, bahwa junkfood adalah makanan yang tinggi lemak dan kalori, serta minim kandungan nutrisi.

Sehingga, jika konsumsinya tidak dikurangi, bisa menyebabkanmu beresiko terkena diabetes. Sebab, makanan yang demikian dapat mengakibatkan gula darahmu meningkat dengan cepat.

2. Kerap Nongkrong Di Kafe

Saat ini, kafe dan tempat semacam itu telah menjamur di perkotaan. Kamu dapat dengan mudah menemukan kafe kekinian yang jadi tempat nongkrong favorit para generasi milenial. Tapi, tanpa disadari, kebiasaan tersebut bisa meningkatkan resiko diabetes, loh!

Sebab, umumnya, kafe-kafe itu menjual makanan dan minuman dengan kandungan gula yang tinggi, seperti kopi, susu, cake serta aneka camilan lainnya. Bahkan, menurut analisa Action on Sugar yang ditulis di Telegraph menyatakan bahwa kadar gula dalam 131 minuman panas di berbagai kafe terkemuka mengandung lebih dari 9 sendok makan gula. Ngeri, ya!

3. Doyan Minum Minuman Hits

Es kopi susu, Thai tea, cheese tea, boba drink dan berbagai minuman kekinian lainnya kini tengah digandrungi oleh banyak orang, terutama anak-anak muda. Nggak heran, karena di samping penyajiannya yang unik, rasa minuman-minuman tersebut pun sangat lah nikmat. Saking enaknya, bahkan beberapa dari mereka mengonsumsi minuman hits itu hampir setiap hari, loh!

Namun, kandungan gula dan karbohidrat yang tinggi dalam aneka minuman hits tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan. Dilansir dari Indozone, gadis berusia 19 tahun asal Malaysia didiagnosa mengidap tekanan darah tinggi dan diabetes akibat sering mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang tengah viral. Masih mau terus-terusan meminumnya?

4. Jarang Bergerak

Kebiasaan generasi masa kini yang bisa picu diabetes berikutnya adalah jarang bergerak. Berbagai kemudahan yang dapat diperoleh di era modern ini, seperti memesan makanan bisa dilakukan lewat aplikasi, mendatangkan layanan bersih-bersih rumah yang dipesan secara online dan sebagainya membuat orang makin malas buat bergerak alias mager.

Nah, kebiasaan tersebut bisa membuat sirkulasi darah dalam tubuhmu jadi nggak lancar, loh! Sehingga, badanmu jadi mudah kram dan kesemutan. Asupan makanan yang kamu konsumsi pun bakal menumpuk dalam perut dan membuat berat badanmu gampang naik. Tubuhmu juga bisa kekurangan insulin yang akhirnya menyebabkan diabetes, loh!

5. Terlalu Sering Begadang

Kalau disuruh olahraga ogah-ogahan, tapi begitu diajak nonton serial atau drama favorit lewat layanan streaming langsung berangkat. Tapi, terlalu asyik streaming drama kesayangan bisa bikin kamu lupa waktu hingga tidur larut malam bahkan tanpa sadar fajar telah berlalu. Padahal, kebiasaan ini nggak baik buat kesehatan, salah satunya bisa meningkatkan resiko diabetes.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Chicago, AS, menyebutkan bahwa keseimbangan metabolisme dapat terganggu jika seseorang begadang minimal 3 hari. Dampaknya, yaitu sekresi hormon insulin pun berkurang sampai 25%. Itu menyebabkanmu terkena diabetes mellitus karena glukosa yang harusnya diolah jadi energi malah tertimbun dalam darah.

Kebiasaan generasi masa kini yang bisa picu diabetes di atas harus kamu kurang-kurangin mulai dari sekarang. Jangan buat masa mudamu jadi nggak asyik gara-gara harus bertarung melawan penyakit tersebut, ya!

7 Cara Mencegah Penyakit Jantung yang Harus Dilakukan

Tubuh yang sehat serta kuat menjadi tujuan hidup. Bahkan memiliki jantung yang sehat hingga menua merupakan sebuah harapan di era serba instan saat ini. karena jantung yang sehat saat ini sudah menjadi barang langka. Terbukti dengan penyakit jantung menduduki peringkat kedua penyebab kematian di Indonesia. Tidak hanya orang lanjut usia, penyakit jantung bisa diderita oleh yang muda jika tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Ada beberapa cara mencegah penyakit jantung.

1. Menghindari Kolesterol

Saat ini banyak sekali makanan dengan kadar kolesterol tinggi, seperti makanan yang digoreng. Makanan yang mengandung lemak jenuh akan menempel pada tubuh terutama dinding jantung. Dan lemak tersebut tidak bisa langsung terurai begitu saja. Maka sebaiknya makanan tersebut harus dihindari. Jika ingin memakan makanan rendah kolesterol bisa dengan mengganti minyak dengan minyak kelapa sawit. Atau kurangi pula konsumsi daging, terutama bagian kulit. Karena lemak dalam kulit sangat tinggi.

2. Olahraga Teratur

Aktif bergerak merupakan salah satu teknik berolah raga. Seperti jalan cepat, senam lantai, atau bisa juga melakukan penguatan pada otot lengan, kaki, pundak, punggung serta perut, lakukan selama 10 menit sehari secara rutin. Bisa juga melakukan jalan sehat di taman, selain berolah raga, tubuh juga menghirup oksigen jernih saat pagi. Hal ini akan membuat jantung lebih sehat memompa darah karena kaya akan oksigen.

3. Menjaga Berat Badan Ideal

Cara mencegah penyakit jantung sebenarnya sangat mudah, salah satunya dengan menjaga berat badan ideal. Menjaga berat badan ideal bukan berarti harus diet mengurangi makan. Namun, menjaga pola makan serta memantau berat badan. Dengan cara makan sesuai porsi, lebih baik lagi jika bisa memperhatikan gizi yang seimbang pula.

4. Mengatur Pola Makan Sehat

Segala penyakit bisa muncul hanya karena dari makanan yang dikonsumsi. Maka sebaiknya harus mengatur pola makan yang sehat dengan cara diet sehat. Dengan mengkonsumsi buah, sayur, gandum, beras merah, ikan, tempe atau tahu. Hindari makanan berupa daging, atau bisa memilih daging yang sangat rendah kolesterol.  Jika akan meminum susu, maka sebaiknya pilih olahan susu kedelai. Kurangi pula mengkonsumsi garam, serta perbanyaklah minum air putih.

5. Periksa Darah Secara Rutin

Biasanya seseorang tidak begitu peduli terhadap keadaan darah, padahal hal tersebut sangat penting. Misalnya bisa dengan cek tensi di apotek terdekat. Cek darah untuk kandungan kolesterol, asam urat atau kadar gula darah. Dari hasil cek bisa diketahui kandungan dalam darah.  Jika kolesterol menunjukkan angka yang tinggi maka harus waspada, bisa dibantu dengan mengkonsumsi obat kolesterol, begitu pula dengan kadar asam urat serta gula darah. Karena kolesterol dan asam urat tinggi bisa memicu serangan jantung.

6. Hindari Stres

Seseorang yang memiliki tingkat stress yang sangat tinggi akan berpengaruh pada kesehatan jantung. Sebaiknya jika stres melanda lakukan pernafasan teratur. Atau lakukan yoga dan meditasi dengan begitu bisa menenangkan pikiran sejenak. Dan dapat mengatur sirkulasi darah secara lancar. Karena jika seseorang panic, maka kerja jantung akan lebih cepat, jika semakin stres, jantung semakin melemah akhirnya terjadi serangan jantung.

7. Minum Obat (Jika Terkena Sakit Jantung)

Jika sudah terlanjur pernah terkena serangan jantung maka seorang pasien harus patuh pada jadwal rutin kontrol dokter dan teratur minum obat. Sebaiknya obat diminum sesuai anjuran dokter. Karena jika pernah terkena serangan jantung, maka langkah selanjutnya adalah menjaga agar tidak terkena serangan berikutnya.

Segala sesuatu sebenarnya bisa dicegah sebelum terjadi. Lakukan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan yang kaya gizi. Cara mencegah penyakit jantung adalah dengan menjaga diri dari hal-hal yang memperburuk jantung. Serta cek secara rutin ke dokter.

Ini Cara Mencegah Stroke Sejak Dini

Gaya hidup saat ini sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang. Begitu banyaknya kasus stroke yang terjadi, baik stroke ringan atau berat membuat seseorang harus berhati-hati dalam menerapkan pola hidup sehat. Stroke tidak hanya menyerang usia lanjut namun menyerang pula pada usia produktif. Karena saat ini masyarakat cenderung abai pada gejala dan tidak memperhatikan pola makan dengan baik. Oleh sebab itu sebelum terjadi maka bisa dicegah sedini mungkin. Berikut ini cara mencegah stroke.

1. Melakukan Olahraga Rutin

Begitu pentingnya berolahraga bagi tubuh manusia, karena dengan berolahraga tubuh menjadi lebih aktif, otot serta sendi menjadi lebih kuat dan lentur. Olahraga sebaiknya dilakukan dari usia muda dan harus secara rutin, minimal 10 hingga 15 menit perhari. Tidak harus dengan olahraga berat seperti aerobic, cukup dengan jalan kaki, bersepeda atau senam lantai.

2. Menjaga Berat Badan dan Tekanan Darah

Sebaiknya berat badan yang dimiliki seseorang adalah berat badan ideal. Yaitu disesuaikan dengan tinggi tubuh seseorang. Jika mengalami kelebihan berat badan atau berpotensi obesitas maka sudah seharusnya untuk menurunkan berat badan. Karena seorang yang obesitas akan memicu stroke.

Tekanan darah yang normal tidak lebih dari 120/80 mmHG. Jika lebih dari tekanan darah normal dan tidak terkontrol maka berpotensi mengalami stroke.

3. Mengobati Diabetes

Seorang yang terkena diabetes artinya memiliki kadar gula darah diatas normal. Jika gula darah semakin tinggi bisa menyebabkan penggumpalan pada pembulah darah. Dan dari waktu ke waktu akan merusak pembuluh darah. Akibat berikutnya yaitu tubuh semakin kurus dan terjadi luka di kaki yang tak kunjung sembuh.

4. Perhatikan Kadar Kolesterol

Cara mencegah stroke juga bisa dilakukan dengan memperhatikan kadar kolesterol. Dengan cek up kadar kolesterol dalam darah akan terlihat apakah seseorang tersebut kelebihan kolesterol atau tidak. Dengan begitu jika terjadi kelebihan kolesterol maka dokter pasti menganjurkan meminum obat yang mengontrol kolesterol dalam darah.

5. Pahami Fibrilasi Atrium

Fibrilasi Atrium terjadi jika jantung berdebar atau sesak nafas. Jika mengalami fibrilasi atrium seseorang harus segera dibawa ke dokter. Saat terjadi fibrilasi atrium artinya berisiko lima kali lipat terkena stroke. Detak jantung yang tidak teratur ini akan menyebabkan gumpalan yang terbentuk di area jantung. Gumpalan tersebut berjalan ke otak, akhirnya terkena stroke.

6. Hindari Merokok

Selain merokok tidak baik untuk paru-paru dan jantung. Saat merokok merangsang darah untuk cepat mengental kemudian bisa meningkatkan jumlah plak di arteri. Jika hal tersebut terjadi terus menerus maka akan timbul gejala stroke.

7. Tidak Mengkonsumsi Alkohol

Alhokol hanya dibatasi 1,5 gelas per hati. Jika lebih dari itu maka resikonya akan fatal bagi tubuh. Saka satunya dapat memicu stroke. Maka sebaiknya menghindari mengkonsumsi alkohol. Jika sulit menghilangkan kebiasaan tersebut maka wajib berkonsultasi ke dokter.

8. Membatasi makanan tinggi kolesterol

Banyak makanan yang mengandung kolesterol, seperti gorengan, jeroan, kulit, daging dan junk food.  Hindari makanan berkolesterol tinggi dan carilah makanan yang rendah lemak seperti ikan, tahu, tempe, sayuran dan kacang-kacangan.

9. Mengurangi mengkonsumsi garam

Jika terlalu banyak mengkonsumsi garam biasanya berpengaruh pada tensi tinggi atau hipertensi. Hal tersebut yang akan memicu stroke. Maka saat memasak makanan kurangi garam atau penyedap rasa. Gunakan bumbu penyedap yang lebih aman seperti lada atau penyedap yang terbuat dari jamur.

10. Berkonsultasi dengan Dokter

Hal ini sangat wajib dilakukan jika banyak factor yang terlah terjadi pada tubuh. Lebih baik mencegah terlebih dahulu. Dengan berkonsultasi ke dokter artinya sudah mencegah stroke sedini mungkin.

Segala pencegahan sangat mungkin dilakukan dan serangan stroke sangat bisa terjadi namun jika memperhatikan cara mencegah stroke sejak dini maka penyakit tersebut bisa dihindari dan tidak terjadi pada diri.

Dengan Bahan Alami

Kerontokan rambut agaknya menjadi masalah paling umum namun sebenarnya bisa menjadi masalah yang serius juga karena mengganggu penampilan. Rambut merupakan mahkota diri yang seharusnya dijaga kesehatannya, karena rambut yang lebat, lembut dan terawat adalah impian banyak orang. Namun bagaimana jika kerontokan sudah terjadi? dalam artikel cara mengurangi kerontokan rambut dengan bahan alami, adalah jawabannya.

Banyak orang yang terfokus untuk melakukan perawatan ke salon atau dengan bantuan produk-produk berharga lumayan menguras kantong. Padahal, ada loh cara mengurangi kerontokan rambut dengan bahan alami berikut. Apa saja memangnya bahan-bahan tersebut? Mari temukan dan simak bersama.

1. Memakai Lidah Buaya

Bahan pertama yang memiliki khasiat untuk mengurangi kerontokan rambut adalah lidah buaya. Lagi-lagi tanaman seribu khasiat ini mampu menjadi  solusi berbagai permasalahan kesehatan manusia. Cara menggunakan atau pengaplikasiannya sangatlah mudah, sahabat tinggal memisahkan kulit lidah buaya hingga menyisakan dagingnya saja.

Daging lidah buaya yang memiliki cairan lengket di sekelilingnya itulah yang kemudian bisa digunakan sebagai shampoo atau conditioner. Jika memiliki blender, sahabat bisa menghancurkanya terlebih dahulu, namun jika tidak sahabat bisa meremasnya hingga hancur secara perlahan. Gunakan lidah buaya sebagai shampoo atau conditioner sesering mungkin, minimal 3 kali dalam seminggu.

2.Gunakan Jeruk Nipis Sebagai Conditioner

Selain bisa membantu menyegarkan sebuah makanan atau minuman, jeruk nipis juga kaya manfaat untuk mengatasi kerontokan rambut loh. Gunakan perasan jeruk nipis ketika usai melakukan keramas, tuangkan perasaan jeruk nipis dan usapkan lembut di kepala. Kemudian diamkan paling lama 5 menit setelah itu bilas, lakukan serutin mungkin, mudah bukan?

3. Masker Rambut Jahe

Pernah menggunakan saripati jahe sebagai conditioner? Ya! Saripati jahe kaya akan berbagai senyawa yang dapat mengatasi kerontokan rambut. Sahabat bisa memblender jahe tanpa air hingga menghasilkan saripati dan hasil jahe yang lembut. Balurkan pada rambut kepala yang sudah dicuci sebelumnya, diamkan selama 30 menit atau semalaman baru esok paginya dibilas.

Meski akan terasa lebih hangat di kepala, namun niscaya jika dilakukan dengan rutin akan membantu mengatasi kerontokan. Gunakan ramuan ini paling tidak 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Tidak perlu menggunakan jahe terlalu banyak jika takut kulit kepala akan panas, usahakan gunakan jahe muda agar tingkat panasnya menjadi lebih rendah.

4. Gunakan Santan Kelapa

Santan kelapa yang umumnya dikenal untuk membantu membuat gurih berbagai masakan bisa juga loh digunakan untuk mengatasi kerontokan. Santan kelapa mengandung senyawa yang mampu melembutkan rambut dan mencegah rambut kering kemudian rontok. Pilih santan kelapa yang memiliki konsentrasi kental dan tidak terlalu cair.

Cara pengaplikasian santan kelapa untuk kerontokan sangatlah mudah, siapkan beberapa sendok santan kelapa. Kemudian basuhkan atau tuangkan keakar rambut, kemudian pijat secara perlahan. Setelah itu diamkan selama paling tidak 10 menit, baru kemudian bilah sampai bersih.

5. Gunakan Minyak Jojoba

Penggunaan minyak jojoba bisa membantu mengatasi kerontokan rambut karena minyak jojoba mengandung banyak senyawa dan vitamin untuk melembutkan rambut. Rambut yang kering jelas akan berpotensi untuk lebih cepat rontok. Hangatkan minyak jojoba dan tuangkan ke kulit kepala, pijat rata dan diamkan selama 10 menit sebelum dibilas.

6. Perasan Lemon Sebagai Masker Alami

Perasan lemon, memiliki kadar ph rendah yang efektif untuk membantu mengurangi kerontokan pada rambut sahabat. Kemudian senyawa dalam lemon memiliki khasiat untuk menguatkan akar rambut sehingga mencegah adanya kerontokan berkepanjangan. Perasan lemon yang ada bisa dibalurkan ke seluruh kulit kepala dan rambut, diamkan paling tidak 5 menit dan lakukan treatment ini seminggu sekali.

7. Gunakan Cuka Apel

Selain bisa membasmi jerawat, cuka apel juga bisa membantu mengatasi kerontokan loh. Gunakan cuka apel secukupnya ke seluruh kulit kepala setelah keramas dan diamkan maksimal 5 menit. Bilas dengan air hangat dan lakukan setidaknya seminggu sekali untuk hasil yang memuaskan.

Diatas adalah cara mengurangi kerontokan rambut dengan bahan alami, cukup mudah untuk menemukan bahan-bahannya bukan. Lakukan perawatan diatas dengan konsisten untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Kemudian selalu pastikan keadaan kulit kepala dalam kondisi segar, terawat dan bersih ya!

Ternyata Banyak Manfaat Serai Untuk Kesehatan Tubuh

Serai memang lebih dikenal sebagai salah satu bahan dapur untuk memasak. Sebagai salah satu tanaman herbal, serai memang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Bagian yang bisa diolah pada serai antara lain, batang dan daunnya. Manfaat serai untuk kesehatan sangat banyak, karena banyak senyawa dalam serai yang sangat dibutuhkan untuk tubuh.

Pada serai ada beberapa sifat yang sangat membantu tubuh agar terhindar dari beragam penyakit. Serai memiliki sifat anti jamur, lalu ada juga anti inflamsai hingga analgesic juga anti oksidan. Serai dikenal memiliki aroma yang khas dimana bisa menciptakan sensasi menyegarkan saat diolah. Di bawah ini adalah ulasan manfaat serai untuk tubuh yang bisa dirasakan jika mengkonsumsinya secara benar.

1. Untuk Mengatasi Depresi

Manfaat serai yang pertama bagi kesehatan tubuh adalah untuk mengatasi depresi. Beberapa penelitian membuktikan serai memiliki senyawa yang berfungsi sebagai antidepresan. Ini membuat serai menjadi tanaman yang bisa mengatasi depresi. Dengan mengkonsumsi serai maka beragam gejala depresi bisa teratasi.

Aromanya yang khas dipercaya bisa menenangkan sehingga baik untuk pengidap insomnia dan bisa menurunkan stres dan kecemasan berlebih. Selain itu, aroma yang menenangkan pula bisa membantu relaksasi saraf yang membuat tubuh lebih rileks sehingga tidur bisa lebih nyenyak.

2. Menurunkan tekanan darah

Manfaat serai untuk kesehatan selanjutnya adalah untuk mengatasi tekanan darah. Salah satu sifat serai yakni diuretic bisa membantu tubuh untuk membuang garam dan air yang berlebih. Kadar garam yang berlebih adalah salah satu penyebab terjadinya hipertensi. Oleh karena itu jika ingin menurunkan tekanan darah, cobalah secara rutin mengkonsusmi serai.

3. Mengontrol Kadar Gula Darah

Serai bisa memaksimalkan keinerja salah satu organ yakni pankreas. Jika pankreas bisa bekerja optimal maka kadar gula bisa terkontrol sehingga tubuh bisa terhindar dari diabetes. Pankreas yang tidak bisa optimal maka tidak mampu memproduksi insulin, hal tersebut penyebab kadar gula naik drastis yang berujung diabetes.

4. Menjaga Pencernaan

Sifat serai yang anti bakteri bisa melindungi sistem pencernaan dari bakteri yang setiap harinya masuk ke dalam tubuh. Serai bisa membunuh bakteri patogen yang masuk pada tubuh sehingga bisa mencegah adanya infeksi pada sistem pencernaan. Bahkan serai sudah dipercaya bisa menyembuhkan diare, sembelit, dan nyeri haid karena memiliki sifat analgesic.

5. Pereda Nyeri Otot

Seperti yang sudah disebutkan, serai memiliki sifat analgesic. Tak heran jika tanaman ini bisa mengatasi masalah nyeri otot dan sendi. Jika ingin mengatasi rasa nyeri otot dan sendi menggunakan serai caranya bisa dengan meminum air serai yang dipadukan dengan teh hitam. Bisa juga dengan cara mengeluarkan minyak pada serai lalu menggunakan minyak tersebut untuk memijat tubuh.

Selain sifat analgesic yang bisa mengatasi rasa sakit dan nyeri pada otot, antidepresan yang bisa didapat dari aroma serai juga turut membantu mengatasi nyeri sendi dengan membuat rileks otot dan sendi yang kaku dan tegang.

6. Menjaga Kesehatan Mulut

Manfaat serai untuk kesehatan selanjutnya adalah untuk mengatasi masalah pada mulut. Jika suka sariawan dengan mengkonsumsi serai hal tersebut dapat teratasi, sebab serai memiliki sifat anti jamur yang biasanya menjadi penyebab infeksi pada mulut, anti inflamasi, juga anti bakteri yang biasa menjadi penyebab sariawan.

Beragam manfaat yang bisa didapatkan tubuh membuat serai bisa juga disebut sebagai salah satu tanaman obat yang aman untuk dikonsumsi. tanaman herbal bisa menjadi salah satu pengobatan tradisional yang hampir tidak memiliki efek samping.