9 Cara Diet untuk Anak Obesitas yang Harus Dilakukan

Orangtua pasti senang saat melihat anaknya banyak makan. Namun, jika berat badan anak berlebihan tentu menjadi khawatir. Apakah anak harus diet? Dokter akan menyarankan diet bagi anak jika anak tersebut masuk ke dalam obesitas. Obesitas sangat tidak baik untuk kesehatan anak. Selain badan anak terlihat gemuk ,tentu berpengaruh pada kesehatan anak.  Diet untuk anak obesitas bisa dilakukan dengan bantuan orangtua, agar anak terjaga kesehatannya.

1. Sarapan Sehat

Kebiasaan pagi yang harus dilakukan saat memberikan sarapan kepada anak adalah dengan menyajikan sarapan yang sehat dan membuat perut anak kenyang. Misalnya roti gandum isi selada dan mayones, sereal dengan susu rendah lemak serta ganti susu sapi dengan susu kedelai. Sarapan sangat penting bagi anak-anak karena dengan mengawali sarapan sehat tubuh anak terhindar dari penyakit maag dan mengurangi obesitas.

2. Konsumsi Jus Buah

Mengkonsumsi jus buah sangat baik bagi tubuh. Selain mengandung banyak vitamin, buah juga mengikat lemak dalam tubuh. Anak-anak yang terkena obesitas sangat baik diberikan jus buah. Sebaiknya jus buah tersebut tidak diberi susu kental manis, karena kandungan susu kental manis sangat tinggi kadar gulanya. Sementara anak yang obesitas memicu terjadinya diabetes tipe 2. Jadi sebaiknya ganti pemanis jus buah dengan madu atau gula jagung.

3. Makan Sayur-Sayuran

Biasanya anak-anak sangat tidak suka pada sayuran. Tapi jika penampilan sayuran dikemas dengan menarik tentu anak-anak akan suka. Misal dibuat sop, salad sayuran, dicampu dengan burger atau roti anak-anak akan lebih tertarik untuk makan. Sayuran sangat tinggi serat dan membuat perut keying. Sebuah cara diet untuk anak obesitas dengan memakan sayuran hijau.

4. Melakukan Diet Seimbang

Diet seimbang dilakukan dengan mengkombinasikan makanan sehat untuk dikonsumsi. Serta memberikan camilan yang sehat pula. Hindari makanan yang mengandung lemak tapi tinggi protein dan kalori. Seperti nasi merah, ikan, gandum, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan serta susu.

5. Batasi Makanan Ringan

Hindari makanan ringan yang instan dalam kemasan. Ganti makanan ringan anak dengan membuat camilan sendiri di rumah. Misal sandwich, kentang goreng, burger atau sosis bakar. Bisa juga buatkan kue kering yang di oven.

6. Perbanyak Kegiatan Fisik

Ajak anak selalu bermain yang menyenangkan, bermain yang menguras energy anak. Misalnya bisa dengan bermain sepeda, bola, berlari, main di taman, memanjat dan aktivitas yang bergerak lainnya.

7. Olahraga Rutin

Olahraga sangat dibutuhkan anak yang terkena obesitas. Untuk membakar kalori dalam sehari setidaknya anak harus diajak berolahraga dengan cara yang menyenangkan. Misalnya, berenang, futsal, basket, menari, bulutangkis dan voly.

8. Mengatur Kebiasaan Anak

Bantu anak untuk menyusun jadwal harian dan mengatur kebiasaan anak. Lakukan dengan perlahan agar anak tidak kaget dengan keadaan saat ini. biasanya anak-anak sarapan pagi dengan menu nasi goreng atau spaghetti, maka ganti dengan makanan yang rendah lemak seperti roti gandum, nasi merah. Anak suka dengan minuman manis, coba ganti dengan susu rendah lemak atau susu kedelai. Batasi pula untuk tidak makan di restoran atau makanan cepat saji. Lihat porsi makan anak, lakukan kontrol agar tidak makan berlebihan.

9. Hindari Kegiatan Bersantai

Saat anak bersantai dengan gadget atau menonton televise atau depan laptop, maka buat batasan waktu. Ganti dengan aktivitas yang menyenangkan di luar rumah. Karena jika anak malas bergerak dan kurang aktivitas makin memperburuk kondisi anak obesitas.

Cara diet untuk anak obesitas ini sangat baik dilakukan dengan dukungan penuh dari orangtua dan serta semangat anak untuk hidup lebih sehat lagi. Berikan semangat dan pengertian kepada anak,agar anak bisa kembali menjadi sehat dan berat badan normal sesuai tumbuh kembang anak.